10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah
10 JENIS SOLAT YANG TIDAK DITERIMA OLEH ALLAH S.W.T
Rasulullah S.A.W. telah bersabda yang bermaksud : "Sesiapa yang memelihara solat, maka sholat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara sholat, maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya." (Tabyinul Mahaarim)
Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa : "10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya :
1. Orang lelaki yang sholat sendirian tanpa membaca sesuatu.
2. Orang lelaki yang mengerjakan solat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
4. Orang lelaki yang melarikan diri.
5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (Taubat).
6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.
7. Orang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung.
8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
9. Orang-orang yang suka makan riba'.
10. Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar."
Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud : "Barang siapa yang sholatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya sholatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah."
Hassan r.a berkata : "Kalau sholat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan sholat. Dan pada hari kiamat nanti sholatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk."
Knowladge
Mengenai Saya
- Dede Syamsul Ma'arif El-Bantany
- Hidup yang kita jalani harus selalu ingat pada sang khalik yang memerintahkan kepada kita agar hambanya selalu beribadah kepada_Nya, n Takwa artinya Menjalankan semua perintah_nya dan menjauhi semua larangan_Nya..........
Rabu, 16 Juni 2010
Iptek
PETA KETINGGIAN HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM PADA AWAL BULAN RAJAB 1431 H
[16/6/2010]
Salah satu metode penentuan awal bulan dalam Kalender Hijriyah (Kalender Islam) adalah dengan menghitung data astronomis Hilal/Bulan sabit saat Matahari terbenam pada hari terjadinya konjungsi/ijtimak. Apabila pada hari itu (saat Matahari terbenam) tinggi Bulan/Hilal sudah positif (berada di atas ufuk), maka petang itu sudah masuk tanggal 1 (satu) bulan Qamariah di tahun Hijriyah yang bersangkutan. Namun ada kriteria tertentu yang menjadi keabsahan Hilal/Bulan sabit tersebut, yang digunakan oleh Badan Hisab dan Rukyat Indonesia , yaitu saat matahari terbenam harus terpenuhi salah satu kriteria berikut :
- tinggi Hilal minimal 2o (diukur dari bidang horizon/ufuk) dan elongasi (sudut Bulan terhadap Matahari) minimal 3o atau
- umur Hilal > 8 jam sejak konjungsi/ijtimak hingga matahari terbenam
Pada gambar di bawah ditampilkan peta ketinggian Hilal saat Matahari terbenam pada Awal Bulan Rajab 1431 H untuk dunia dan wilayah Indonesia. Konjungsi/Ijtimak terjadi pada tanggal 12 Juni 2010 pukul 11:14 UT/18:14 WIB. Ketinggian Bulan/Hilal dinyatakan dalam derajat, diukur dari bidang horizon/ufuk hingga ke posisi Bulan/Hilal berada.
WORKSHOP PENGUATAN KEMAMPUAN PENGELOLA KEPEGAWAIAN DIGELAR DI CITEKO
[9/6/2010]
BMKG IMAGES | BMKG.GO.ID
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menggelar Workshop Penguatan Kemampuan Pengelola Kepegawaian, Rabu (9/6) di Gedung Serba Guna BMKG Citeko Bogor dengan mengusung tema 'Mewujudkan Percepatan Reformasi Birokrasi di Lingkungan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika'. Acara dibuka Sekretaris Utama BMKG, Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng dan dihadiri Pejabat Eselon I, II, III dan IV BMKG.
Menurut Kepala Biro Umum, Soepriyo, Dipl. AIT, S.Si selaku penanggungjawab kegiatan, Workshop ini diikuti 79 peserta yang terdiri dari 6 Pejabat Eselon IV TU Pimpinan BMKG Pusat; 33 Pejabat Eselon IV dan Staf di lingkungan Bagian Sumber Daya Manusia BMKG Pusat; 6 Kepala Bagian TU Kantor Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika; dan 34 Kepala Sub Bagian Stasiun Koordinator.
Soepriyo menambahkan Workshop ini mempunyai tiga tujuan yaitu: pertama, memberikan penyegaran dan penyamaan persepsi terhadap kondisi dan permasalahan yang dihadapi para pengelola kepegawaian di masing-masing unit untuk membangun birokrasi yang efektif, efisien dan produktif dengan didukung PNS yang profesional; kedua, kesiapan sumber daya manusia aparatur dalam menghadapi berbagai kebijakan di Bidang Kepegawaian yang secara tidak langsung menunjang terhadap mutu dan akurasi data maupun pelayanan jasa Meteorologi, Klimatogi, Kualitas Udara, dan Geofisika; dan ketiga, pengelolaan kepegawaian yang terpadu dan taat azas berdasarkan peraturan perundangan di Bidang Kepegawaian guna mendukung kebijakan umum pembangunan di Bidang Meteorologi, Klimatologi, Kualitas Udara, dan Geofisika.
Rabu, 09 Juni 2010
IPA
Senin, 24 Mei 2010
fisika-dibalik keindahan bulu merak



Tak seorang pun yang memandang corak bulu merak kuasa menyembunyikan kekaguman atas keindahannya. Satu di antara penelitian terkini yang dilakukan para ilmuwan telah mengungkap keberadaan rancangan mengejutkan yang mendasari pola-pola ini. Para ilmuwan Cina telah menemukan mekanisme rumit dari rambut-rambut teramat kecil pada bulu merak yang menyaring dan memantulkan cahaya dengan aneka panjang gelombang. Menurut pengkajian yang dilakukan oleh fisikawan dari Universitas Fudan, Jian Zi, dan rekan-rekannya, dan diterbitkan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, warna-warna cerah bulu tersebut bukanlah dihasilkan oleh molekul pemberi warna atau pigmen, akan tetapi oleh struktur dua dimensi berukuran teramat kecil yang menyerupai kristal. (1)
Zi dan rekan-rekannya menggunakan mikroskop elektron yang sangat kuat untuk menyingkap penyebab utama yang memunculkan warna pada bulu merak. Mereka meneliti barbula pada merak hijau jantan (Pavo rnuticus). Barbula adalah rambut-rambut mikro yang jauh lebih kecil yang terdapat pada barb, yakni serat bulu yang tumbuh pada tulang bulu.
Di bawah mikroskop, mereka menemukan desain tatanan lempeng-lempeng kecil berwarna hitam putih, sebagaimana gambar di sebelah kanan. Desain ini tersusun atas batang-batang tipis yang terbuat dari protein melanin yang terikat dengan protein lain, yakni keratin. Para peneliti mengamati bahwa bentuk dua dimensi ini, yang ratusan kali lebih tipis daripada sehelai rambut manusia, tersusun saling bertumpukan pada rambut-rambut mikro. Melalui pengkajian optis dan penghitungan, para ilmuwan meneliti ruang yang terdapat di antara batang-batang tipis atau kristal-kristal ini, berikut dampaknya. Alhasil, terungkap bahwa ukuran dan bentuk ruang di dalam tatanan kristal tersebut menyebabkan cahaya dipantulkan dengan beragam sudut yang memiliki perbedaan sangat kecil, dan dengannya memunculkan aneka warna.
"Ekor merak jantan memiliki keindahan yang memukau karena pola-pola berbentuk mata yang berkilau, cemerlang, beraneka ragam dan berwarna," kata Zi, yang kemudian mengatakan, "ketika saya memandang pola berbentuk mata yang terkena sinar matahari, saya takjub akan keindahan bulu-bulu yang sangat mengesankan tersebut."(2) Zi menyatakan bahwa sebelum pengkajian yang mereka lakukan, mekanisme fisika yang menghasilkan warna pada bulu-bulu merak belumlah diketahui pasti. Meskipun mekanisme yang mereka temukan ternyata sederhana, mekanisme ini benar-benar cerdas.
Sebagian besar warna bulu merak terbentuk berdasarkan pewarnaan struktural. Tidak terdapat molekul atau zat pewarna pada bulu-bulu yang memperlihatkan warna struktural, dan warna-warna yang serupa dengan yang terdapat pada permukaan gelembung-gelembung air sabun dapat terbentuk. Warna rambut manusia berasal dari molekul warna atau pigmen, dan tak menjadi soal sejauh mana seseorang merawat rambutnya, hasilnya tidak akan pernah secemerlang dan seindah bulu merak.
Telah pula dinyatakan bahwa desain cerdas pada merak ini dapat dijadikan sumber ilham bagi rancangan industri. Andrew Parker, ilmuwan zoologi dan pakar pewarnaan di Universitas Oxford, yang menafsirkan penemuan Zi mengatakan bahwa penemuan apa yang disebut sebagai kristal-kristal fotonik pada bulu merak memungkinkan para ilmuwan meniru rancangan dan bentuk tersebut untuk digunakan dalam penerapan di dunia industri dan komersial. Kristal-kristal ini dapat digunakan untuk melewatkan cahaya pada perangkat telekomunikasi, atau untuk membuat chip komputer baru berukuran sangat kecil. (3)
Jelas bahwa merak memiliki pola dan corak luar biasa dan desain istimewa, dan berkat mekanisme yang sangat sederhana ini, mungkin tidak akan lama lagi, kita akan melihat barang dan perlengkapan yang memiliki lapisan sangat cemerlang pada permukaannya. Namun, bagaimanakah desain memesona, cerdas dan penuh ilham semacam ini pertama kali muncul? Mungkinkah merak tahu bahwa warna-warni pada bulunya terbentuk karena adanya kristal-kristal dan ruang-ruang antar-kristal pada bulunya? Mungkinkah merak itu sendiri yang menempatkan bulu-bulu pada tubuhnya dan kemudian memutuskan untuk menambahkan suatu mekanisme pewarnaan padanya? Mungkinkah merak telah merancang mekanisme itu sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan desain yang sangat memukau tersebut? Sudah pasti tidak.
Sebagai contoh, jika kita melihat corak mengagumkan yang terbuat dari batu-batu berwarna ketika kita berjalan di sepanjang tepian sungai, dan jika kita melihat pula bahwa terdapat pola menyerupai mata yang tersusun menyerupai sebuah kipas, maka akan muncul dalam benak kita bahwa semua ini telah diletakkan secara sengaja, dan bukan muncul menjadi ada dengan sendirinya atau secara kebetulan. Sudah pasti bahwa pola-pola ini, yang mencerminkan sisi keindahan dan yang menyentuh cita rasa keindahan dalam diri manusia, telah dibuat oleh seorang seniman. Hal yang sama berlaku pula bagi bulu-bulu merak. Sebagaimana lukisan dan desain yang mengungkap keberadaan para seniman yang membuatnya, maka corak dan pola pada bulu merak mengungkap keberadaan Pencipta yang membuatnya. Tidak ada keraguan bahwa Allahlah yang merakit dan menyusun bentuk-bentuk mirip kristal tersebut pada bulu merak dan menghasilkan pola-pola yang sedemikian memukau bagi sang merak. Allah menyatakan Penciptaannya yang tanpa cacat dalam sebuah ayat Al Qur'an:
Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik Bertasbih KepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Hasyr, 59:24)
Langganan:
Postingan (Atom)